"If They Can't Learn The Way We Teach, We Teach The Way They Learn" ― O. Ivar Lovaas

Rabu, 07 November 2012

TERAPI LUMBA-LUMBA UNTUK ANAK PENDERITA AUTISME DAN ATAU DOWN SYNDROME









Hal apa yang membuat terapi lumba-lumba baik bagi anak penderita autisme?
Lumba-lumba mempunyai gelombang sonar (gelombang suara dengan frewkuensi tertentu) yang dapat merangsang otak manusia untuk memproduksi energi yang ada dalam tulang tengkorak, dada, dan tulang belakang pasien sehingga dapat membentuk keseimbangan antara otak kanan dan kiri. Selain itu, gelombang suara dari lumba-lumba juga dapat meningkatkan neurotransmitter. Itu sebabnya beberapa ahli menyatakan terapi lumba-lumba baik untuk para penderita gangguan saraf. Terapi lumba-lumba bahkan disebut mampu meningkatkan kemampuan bicara dan keahlian motorik anak autistik. 

Apa sih manfaat dan tujuan dari terapi lumba-lumba untuk anak penderita autisme?
Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas sensori anak. Dalam program yang berlangsung di kolam renang dengan lumba-lumba ini, terapis akan membantu anak-anak autisme. Anak-anak akan diminta untuk berenang, menyentuh, memberi makan atau mengelus-elus hewan tersebut. Selanjutnya terapis akan bekerja dan membantu pada area tertentu seperti berbicara, bertingkah dan keahlian motorik. Terapis akan mendisain program sesuai dengan kebutuhan anak. Terapi lumba-lumba ini tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya. Tetapi bisa meredakan beberapa gejala autisme dengan cara menguatkan proses penyembuhan mereka. Para peneliti yang mengambil sampel darah sebelum dan sesudah anak melakukan terapi menemukan adanya perubahan hormon endorphin dan enzim-enzim serta T-cells. Akan tetapi, proses perubahan ini, menurut peneliti, belum diketahui penyebab pastinya. Penelitian mengenai lumba-lumba dan autisme ini terus dilakuan, tetapi para ilmuwan juga telah menemukan beberapa hipotesis bahwa menyatu dan bermain dengan lumba-lumba akan membangkitkan respon emosional yang mendalam dan memicu pelepasan perasaan dan emosi yang mendalam. para peneliti meyakini, anak-anak lebih responsif terhadap terapi karena mereka bermain di lingkungan yang menyenangkan. Mereka termotivasi untuk menyelesaikan tugas, mereka gembira sehingga lebih memperhatikan tugas yang diberikan terapis. Selain itu, lumba-lumba dinyatakan bisa merasakan area yang tidak berfungsi penuh dan trauma fisik di tubuh manusia dan mereka memotivasi anak-anak untuk menggunakan area-area ini.

Bagaimana sih proses terapi lumba-lumba untuk anak penderita autisme?
Anak penderita autisme berenang bersama para lumba-lumba namun dengan pemandu khusus yang telah memahami betul cara dan metode terapi lumba-lumba. Dimana anak diberi pelatihan, melakukan berbagai gerakan sesuai arahan pemandunya. Memang membutuhkan perhatian dan kesabaran khusus baik bagi si pemandu, anak juga para orang tua dalam mencapai perkembangan positif bagi si anak. Lihat video ....



Bagaimana Hasil Setelah Melakukan Terapi Lumba-Lumba Secara Rutin?
Anak penderita autisme menjadi lebih senang dan asyik berenang dan bermain air, lebih fokus, dan lebih relaks.
Anakianak penderita autisme bisa menerima stimulasi dan mulai ada perhatian baik dalam merespon dan pada saat menyampaikan apa yang mereka inginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar