"If They Can't Learn The Way We Teach, We Teach The Way They Learn" ― O. Ivar Lovaas

Rabu, 07 November 2012

MENGENALI CIRI – CIRI ANAK AUTIS ATAU DOWN SYNDROME




Anak adalah karunia terbesar yang Allah SWT berikan. Apa yang Allah SWT berikan memiliki rahasia dibalik semuanya, baik pelajaran hidup, rasa syukur dan merupakan amanah yang harus dijaga. Ada anak yang Allah berikan dalam keadaan normal ada pula anak yang terlahir “istimewa”, salah satunya adalah anak yang menderita autisme dan atau down syndrome. Bagi orang tua yang mendapatkan titipan yang istimewa dari Sang maha Pencipta, janganlah pernah merasa sedih, stress dan mudah menyerah. Kunci utama yang harus dimiliki bagi para orang tua dalam menghadapi karunia Allah SWT adalah selalu ikhlas, yang mana nantinya buah hati “istimewa” anda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan keaadaan mental anak kita dalam keadaan prima dan bahagia. Bagi orang tua, untuk mengenali ciri-ciri anak yang menderita autisme dan atau down syndrome, dapat anda kenali dengan gejala atau tanda-tanda berikut : Anak yang menderita autisme mempunyai kekhasan yang biasa dilihat secara fisik, selain itu juga dapat dilihat dengan cara pemeriksaan jumlah kromosomnya. Tanda- tanda fisik sangatlah bervariasi, mulai dari yang tampak hingga yang sama sekali tak tampak, minimal tanda-tanda tersebut dapat kenali secara bertahap hingga dapat terlihat dengan jelas.

1. Bentuk kepala anak, yang relative lebih kecil dari ukuran kepala anak normal, dan bagian kepala belakang yang tampak datar.



2. Ukuran hidung kecil dan datar (pesek); hal ini mengakibatkan mereka sulit bernafas.

3.Ukuran mulut kecil, menguncup, dengan lidah yang tebal dan pangkal mulut yang cenderung dangkal, yang mengakibatkan ledah sering menjulur keluar.

4. Bentuk mata yang miring dan tidak punya lipatan di kelopak matanya.

5. Letak telinga lebih rendah dari posisi normal dan ukuran telianga lebih kecil; posisi dan ukuran yang tidak normal menyebabkan rentan terserang inferksi telinga.
6. Rambut lurus, halus, tipis dan jarang.
7. Kulit yang kering.

8. Tangan dan jari kaki yang pendek dan ruas kedua jari kelingking miring atau bahkan tidak ada sama  sekali, sedangkan pada orang normal memiliki 3 ruas tulang.

9. Pada telapak tangan terdapat garis melintang yang disebut Simian Crease. Garis tersebut juga terdapat di kaki mereka, diantara telunjuk dan ibu jari yang jaraknya cenderung lebih jauh dari pada kaki orang normal, disebut sandal foot.



10.  Otot yang lemah (hypotomus); mengakibatkan pertumbuhan terganggu (terlambat dan proses berguling, merangkak, berjalan berlari dan berbicara).

11. Pertumbuhan gigi geligi yang lambat dan tumbuh tak beraturan sehingga menyulitkan pertumbuhan gigi permanen.


Dengan diketahuinya gejala fisik tersebut diharapkan kepada para orang tua, bidan dan dokter dapat secara dini mendeteksi adanya kemungkinan autisme dan atau down syndrome pada anak, sehingga anak tersebut bisa ditangani lebih dini.

2 komentar:

  1. Anak-anak antara usia 2-5 berada di puncak tahap pengembangan . Ini adalah waktu ketika mereka ingin rasa tahu mengapa langit begitu tinggi atau apa yang akan terjadi jika mereka berdiri di tengah hujan ! Ini hanya awal . Dan apa yang perlu Anda miliki adalah kesabaran dan dari tahun ketahun pertumbuhan mereka.
    baca lebih lanjut disini

    BalasHapus
  2. hai salam kenal..
    aku mau tanya, aku punya keponakan sekarang dia sudah berumur 3 tahun namun belum lancar dalam berbicara bahkan untuk kosa kata yang dikuasai dapat terbilang sedikit. dari ciri-ciri yang ada diatas ada sebagian yang menurutku ada di diri keponakanku.
    bagaimana cara penanganannya ya?
    dan bagaimana cara menyampaikan ke orang tuanya agar menyadarai anaknya seperti itu..

    terimakasih

    BalasHapus